rsud bachtiar djafar siap menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di Medan Utara
Minggu, 05 April 2026, 16:29:36 | Dibaca: 6
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes., mendampingi Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, melakukan peninjauan ke RSUD H. Bachtiar Djafar. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk memperkuat peran RSUD H. Bachtiar Djafar sebagai pusat layanan kesehatan di kawasan Medan Utara. Hal itu disampaikannya usai bersilaturahmi dengan jajaran manajemen rumah sakit serta para kepala puskesmas di wilayah Medan bagian Utara, Kamis (2/4/2026). Zakiyuddin menilai keberadaan RSUD Bachtiar Djafar sangat strategis karena lokasinya dekat dengan wilayah Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Marelan. “Kita berharap rumah sakit ini dapat menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di Medan Utara,” ujarnya. Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah masih terbatasnya jumlah dokter spesialis. Oleh karena itu, Pemko Medan akan mendorong pemerataan tenaga medis, termasuk membuka peluang kerja sama dengan dokter non-ASN melalui sistem kontrak. “Kita harapkan dokter-dokter spesialis dapat berperan aktif membantu masyarakat Medan Utara. Jika masih kurang dari internal, kita juga bisa mengontrak tenaga dari luar,” katanya. Zakiyuddin juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mulai berkoordinasi dengan para dokter spesialis di RSUD Pirngadi untuk mendukung penguatan layanan di RSUD Bachtiar Djafar yang berlokasi di Jalan K.L. Yos Sudarso Km 18,5, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Ia menekankan pentingnya keberadaan dokter spesialis yang bertugas secara tetap agar pelayanan dapat berjalan optimal. “Kita berharap dokter spesialis dapat menetap di Bachtiar Djafar. Jangan sampai dibagi-bagi, karena jika hanya satu dokter lalu berpindah, pelayanan bisa terganggu. Idealnya, ada beberapa dokter dengan spesialisasi yang sama,” jelasnya. Selain itu, ia juga menyoroti belum optimalnya pemanfaatan sejumlah fasilitas, seperti ruang bedah yang hingga kini belum digunakan secara maksimal akibat keterbatasan tenaga dokter spesialis. “Ruang bedah ini sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan. Nanti akan kita bicarakan dengan Pak Wali Kota agar dokter bedah dapat diprioritaskan di sini,” ujarnya. Zakiyuddin turut mengakui bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Bachtiar Djafar masih perlu ditingkatkan. Ia mendorong manajemen rumah sakit untuk terus membenahi fasilitas serta meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat semakin yakin untuk berobat. “Kepercayaan masyarakat harus kita bangun. Jika fasilitas lengkap dan tenaga medis tersedia, masyarakat pasti akan datang,” tutupnya.